Bayangan yang Meniru


 

Bayangan yang Meniru

M. Faizullah Setiya Hayyu, A. Nabhan Nur Alfian & Bintang Wijaya Kusuma

Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro

 

Nakhla, Nawal, dan Faiz adalah sahabat sejak kecil. Mereka tinggal di sebuah desa kecil yang terkenal dengan cerita-cerita mistisnya. Namun, tidak ada dari mereka yang benar-benar percaya pada hal-hal gaib—sampai kejadian aneh mulai terjadi.

Suatu sore, Nakhla berjalan pulang bersama Nawal dan Faiz. Saat melewati persimpangan dekat hutan, Nakhla tiba-tiba berhenti dan menatap ke arah sebatang jalan kecil yang gelap.

“Eh, itu siapa?” tanya Nawal, menunjuk sosok perempuan yang berdiri di ujung jalan, mengenakan baju putih lusuh, rambut panjang menutupi wajahnya.

Faiz mengernyit, “Kayaknya itu Mbak Lila, tetangga kita yang sering bantu-bantu di rumah. Tapi aneh, aku baru saja lihat dia di rumah.”

Mereka bertiga berjalan mendekat, tapi sosok itu tiba-tiba menghilang begitu saja. Mereka bertanya-tanya, siapa sebenarnya perempuan itu.

Keesokan harinya, Nakhla mulai merasakan sesuatu yang aneh. Teman-temannya bilang perilakunya berubah—lebih dingin, tak ramah, dan sering menghilang tiba-tiba. Bahkan, Nawal melihat Nakhla berbicara sendiri di tengah malam dengan suara yang bukan biasanya.

Suatu malam, Faiz mengikuti Nakhla diam-diam. Ia melihat sahabatnya itu pergi ke sebuah makam tua di pinggir desa. Di sana, Nakhla berdiri mematung, sementara bayangan gelap perlahan muncul dan mendekatinya.

Tiba-tiba, bayangan itu menyatu dengan Nakhla, dan wajahnya berubah menjadi sosok tanpa ekspresi, dingin, dan kosong.

Faiz berlari ketakutan dan memberi tahu Nawal. Mereka segera menemui sesepuh desa, yang mengatakan bahwa Nakhla telah terkena membo—makhluk halus yang bisa meniru dan menggantikan seseorang.

Sesepuh itu memberi mantra untuk memisahkan membo dari tubuh Nakhla. Dengan bantuan doa dan ritual yang dilakukan di makam, mereka berhasil mengusir makhluk itu.

Nakhla kembali seperti semula, tapi ia dan teman-temannya belajar satu hal penting: tidak semua yang terlihat seperti kita, benar-benar kita.

Selesai.

Comments

Popular posts from this blog

Terjemah Tausyeh Ibnu Qosim

Bisikan di Kamar Mandi

Petunjuk dari Mimpi