Penunggu Pohon Randu
Penunggu Pohon Randu M. Faizullah Setiya Hayyu, A. Nabhan Nur Alfian & Bintang Wijaya Kusuma Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro Di Dusun Wringin Asri, ada satu larangan tak tertulis: jangan berani mendekati pohon randu tua di pinggir hutan saat matahari mulai tenggelam. Konon katanya, pohon itu ditunggui oleh makhluk tinggi besar berbulu lebat yang hanya muncul ketika malam menjelang—Genderuwo. Tapi larangan itu tak pernah dianggap serius oleh Iwan dan sahabatnya, Salam. Dua pemuda dusun itu merasa semua cerita mistis hanyalah cara orang tua menakut-nakuti agar anak muda tak keluyuran malam-malam. “Kalau memang ada genderuwo, kenapa nggak ada yang pernah lihat langsung?” tantang Iwan suatu malam sambil ngopi di gardu ronda. Salam tertawa. “Mungkin karena yang lihat udah gak sempat cerita.” Obrolan mereka mengarah ke taruhan: siapa yang berani bermalam di dekat pohon randu, dianggap paling jantan di dusun. Dan begitulah, malam Jumat Kliwon it...