Wajah di Cermin
Wajah di Cermin M. Faizullah Setiya Hayyu, A. Nabhan Nur Alfian & Bintang Wijaya Kusuma Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro Aldo adalah mahasiswa seni rupa yang sedang menyelesaikan tugas akhir berupa lukisan potret ekspresif. Ia tinggal sendiri di rumah kontrakan tua dekat kampus, rumah peninggalan seorang pensiunan guru yang katanya sudah lama kosong sebelum disewakan. Malam itu hujan turun deras. Aldo masih berkutat di depan kanvasnya, mencoba menyelesaikan sketsa wajah seseorang dari imajinasinya. Tapi setiap ia mulai menggambar bagian wajah—mata, hidung, mulut—semuanya terasa salah. Seolah ada yang menolak digambar. Frustrasi, ia menatap pantulan dirinya di cermin tua yang menempel di dinding. Namun tiba-tiba—pantulan itu tak punya wajah. Aldo mundur panik. Ia menatap lagi. Wajahnya kembali normal. "Ah, capek," gumamnya. Ia memutuskan tidur. Namun malam-malam berikutnya, kejadian aneh mulai terjadi. Ia sering terbangun pukul 2 pagi, selal...