Perempuan di Pohon Mangga
Perempuan di Pohon Mangga Aldo Zakaria Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro Di ujung pesantren kecil itu, berdirilah sebuah rumah tua bercat hijau pucat. Rumah itu milik Bunyai Mariyah, istri almarhum Kiai Muchtar, pendiri pondok yang kini diasuh oleh anak mereka. Bunyai tinggal sendirian, meski setiap sore banyak santri yang mengaji di serambi rumahnya. Di halaman rumah itu tumbuh satu pohon mangga besar. Rindang. Tua. Akar-akar besarnya menyembul ke tanah, dan batangnya melengkung seperti membungkuk. Konon, pohon itu sudah ada bahkan sebelum rumah Bunyai dibangun. Dan sejak beberapa minggu terakhir... pohon itu tidak lagi teduh, tapi membuat merinding. …………….. Namanya Nisa, santri kelas delapan yang sering membantu Bunyai membersihkan rumah. Suatu sore selepas ashar, ia sedang menyapu halaman ketika tiba-tiba ia merasakan sesuatu. Ada yang memperhatikan. Ketika ia menoleh ke atas pohon mangga, tubuhnya langsung kaku. Di antara dahan-...