Bayangan di Ujung Mata Roni
Bayangan di Ujung Mata Roni M. Faizullah Setiya Hayyu, A. Nabhan Nur Alfian & Bintang Wijaya Kusuma Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro Hujan turun deras malam itu. Desa Karangsari diselimuti kabut tebal, seolah alam pun enggan mengungkapkan apa yang sedang terjadi di balik gelapnya malam. Roni menatap kosong ke luar jendela rumah kayunya. Sudah tiga malam berturut-turut ia tidak bisa tidur. Bukan karena kopi atau masalah pekerjaan. Tapi karena bayangan hitam yang selalu muncul di pojok kamarnya, hanya ketika malam datang. Awalnya Roni pikir itu hanya mimpi buruk. Tapi sejak ayam peliharaan miliknya mati satu per satu tanpa sebab, dan ibunya mendadak lumpuh tanpa diagnosa medis yang jelas, Roni mulai percaya: ia sedang disantet. Desas-desus warga makin memperkeruh suasana. Mereka bilang Roni telah membuat orang lain marah. Ada yang bilang dia menolak lamaran gadis dari keluarga dukun. Ada pula yang bilang Roni terlalu sombong sejak jadi pegawai k...