Bayang Bayi Merah di Bawah Beduk
Bayang Bayi Merah di Bawah Beduk Aldo Zakaria Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro Masjid kecil di desa Pancawarna sudah berdiri puluhan tahun. Di sudut masjid, ada sebuah beduk besar yang kayunya sudah mulai rapuh, namun tetap dijaga dengan baik oleh para jamaah. Setiap kali adzan maghrib berkumandang, beduk itu dipukul sebagai tanda waktu sholat. Namun, ada cerita yang membuat banyak orang di desa merasa ngeri dan penasaran. …………….. Beberapa santri dan warga yang sering duduk dekat beduk mengaku melihat sesuatu yang aneh. “Aku sering lihat bayangan kecil, seperti bayi yang memakai baju merah, duduk di bawah beduk,” kata Danu, salah satu santri. Bayi itu hanya muncul saat malam menjelang sholat Maghrib. Wajahnya samar, tapi tubuhnya kecil dan berwarna merah menyala seperti api. Namun, yang membuat bulu kuduk merinding, bayi itu tidak pernah menangis. Ia hanya menatap ke arah beduk dengan mata yang penuh kesedihan. …………….. Suatu hari, ustad...