JEJAK CERIA DI BAWAH LANGIT KELAM
JEJAK CERIA DI BAWAH LANGIT KELAM Khaera Nisa El Mufida Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro “Ka, lihat deh coretanku!” seru Karina, menodongkan buku gambarnya ke wajah Kalina yang sedang asyik membaca di serambi asrama putri. “Ini karakter kita, namanya Kana dan Lina, petualang yang bisa terbang ke awan!” Kalina menyunggingkan senyum, matanya yang kalem berbinar. “Bagus, Rin. Tapi kok sayapnya satu-satunya patah?” godanya lembut. “Ah, itu efek artistik!” bantah Karina, tertawa renyah. Suaranya yang lantang dan ceria memecah kesunyian sore di Pondok Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro. Dialah energi, sementara Kalina adalah keteduhannya. Dalam pertemanan mereka, Karina yang ekstrovert dan sedikit pemarah selalu menemukan pelabuhan di dalam senyuman Kalina yang murah hati. Di situlah ide itu muncul, seperti kilat di siang bolong. “Lin, gimana kalau kita bikin komik? Petualangan Kana dan Lina! Aku yang gambar, kamu yang nulis ceritanya!” Mata Kalina ...