Tuyul di Balik Hilangnya Uang Desa
Tuyul di Balik Hilangnya Uang Desa
M. Faizullah Setiya Hayyu, A. Nabhan Nur Alfian & Bintang Wijaya Kusuma
Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro
Desa Sumber Rejeki biasanya
hidup tenang. Warganya ramah, ladang subur, dan suasana penuh kehangatan. Namun
beberapa minggu terakhir, suasana berubah. Uang di kas desa mendadak hilang
tanpa jejak.
Awalnya, Pak RT dan bendahara
desa hanya mengira ada kesalahan pencatatan. Tapi ketika uang saku anak-anak
dan tabungan ibu-ibu pengajian juga lenyap, warga mulai panik.
“Ini pasti ulah makhluk halus!”
ujar Mbok Sri, perempuan tua yang dikenal pinter urusan gaib.
Tapi sebagian lain, termasuk
Rama, pemuda yang rajin membantu masyarakat, tak percaya.
Rama mulai menyelidiki. Ia
mengamati bahwa kehilangan uang selalu terjadi malam hari, dan hanya di
rumah-rumah tertentu yang menyimpan uang tunai.
Suatu malam, Rama berjaga di
rumahnya. Ia sengaja meletakkan uang receh di atas meja, lalu bersembunyi di
balik tirai.
Tak lama, terdengar suara
langkah kecil dan gesekan kain halus.
Matanya terpaku pada sosok kecil
berwujud anak-anak telanjang, dengan kepala besar, berkulit pucat, dan mata
hitam mengkilap—tuyul.
Makhluk itu mulai mengambil uang
dengan jari-jarinya yang kecil dan cepat. Namun ketika ia sadar ada yang
mengawasi, tuyul itu menatap tajam lalu menghilang begitu saja.
Keesokan harinya, Rama menemui
dukun desa. Dukun itu memberitahu bahwa tuyul itu adalah “anak bawang” yang
dipanggil seseorang untuk mencuri kekayaan desa.
Rama pun melakukan ritual
pembersihan dengan bantuan dukun dan warga. Mereka menabur garam, membakar
kemenyan, dan membaca doa-doa kuat di seluruh rumah yang terdampak.
Beberapa hari kemudian, kejadian
pencurian uang berhenti. Desa kembali damai.
Namun Rama tak bisa melupakan
wajah tuyul itu—makhluk mungil yang bukan hanya pencuri uang, tapi juga cermin
dari keserakahan manusia yang memanfaatkan kekuatan gelap.
Selesai.

Comments