Gadis dari Leiden
Gadis dari Leiden Khalila Alkyra Zaahid Siswi SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro Bogor, 1939 Suara gamelan dari desa Sukasari mengalun pelan dibawa angin pagi. Embun belum sepenuhnya surut dari rerumputan, dan langit masih menyimpan sisa-sisa cahaya malam. Di teras belakang rumah Residen Belanda, seorang gadis muda berdiri memandang perbukitan jauh, mengusap lehernya yang mulai berkeringat. Anna van der Meer , 19 tahun, baru dua minggu menginjakkan kaki di tanah Hindia—negeri yang selama ini hanya hidup dalam dongeng ibunya dan catatan ilmiah ayahnya. Di tangannya ada buku puisi Belanda kuno, terbuka tapi tak dibaca. Ada sesuatu yang lebih menarik baginya daripada bait-bait pujangga: dunia baru yang belum ia mengerti, namun memikat seperti misteri musim panas yang belum datang. Hari itu ia mengenakan gaun putih polos, rambutnya dikepang sederhana, dan wajahnya mengandung sesuatu yang belum pernah ia kenali sebelumnya—rindu yang belum sempat tumbuh. “A...