Pocong naik Dokar
Moh. Kholil Mughofar “Hei kang! Sudah dengar kabar tentang hantu pocong yang belakangan ini mulai meneror warga kampung?” Pak Parjo memulai obrolan malam itu. Bersama kang Amin dan kang Majid santri ponpes al Kholiliy yang kebetulan juga sedang ngopi di warung kang Manto depan pondok. “Ya… sekedar dengar, Pak. Aku kira cuma kabar bohong… biar rame saja…” Kang Amin menanggapi santai pertanyaan orang kampung yang sering diajak tindakan [1] Abah Yai itu. Memang kyai Kholilketika tindakan selain mengajak santrinya sendiri juga sering mengajak serta orang kampung yang akrab dengan beliau. Kang Manto keluar dengan membawa 3 cangkir kopi pesanan ke 3 pelanggannya. “Itu beneran kang!” Lalu dia ikut nimbrung dalam obrolan itu. “Mbah Dirman yang jualan lontong di perempatan desa Bangilan melihatnyadengan mata kepalanya sendiri sampai-sampai dia ngompol di celana!” “Ah… masa’ to, Kang??” “wong dia cerita langsung kesaya kok. Sudah banyak yang jadi saksi!” “Sampai daerah sini atau tid...