Kerajaan di Balik Kabut
Kerajaan di Balik Kabut M. Sabrar Fadhila & Rehan Shofil Fu’ad Siswa SMP. Plus Maulana Malik Ibrahim Bojonegoro Di kaki Gunung Lawu, ada sebuah desa kecil bernama Desa Sumberjati. Letaknya terpencil, diapit hutan pinus dan kebun bambu yang lebat. Rumah-rumah panggungnya berjajar rapi, dindingnya dari anyaman bambu, atapnya dari seng yang sudah berkarat di beberapa bagian. Warga desa hidup sederhana: bertani, beternak, dan sebagian kecil berdagang di pasar. Tidak ada listrik yang menyala terang di malam hari, hanya lampu minyak yang menggantung di depan rumah. Meski tampak damai, desa ini menyimpan cerita yang diwariskan turun-temurun. Orang-orang tua selalu berkata, “Jangan pernah berjalan sendirian saat kabut turun, apalagi di bulan Safar. Batas dunia kita dan dunia lain menjadi sangat tipis.” Banyak anak muda menganggapnya mitos untuk menakut-nakuti. Tapi ada sebagian warga yang benar-benar percaya—terutama mereka yang pernah kehilangan seseorang ta...